0

LFP atau Lithium Ferro Phosfat: Teknologi Baterai Masa Depan

LFP atau lithium ferro fosfat adalah baterai yang memiliki banyak keunggulan di bandingkan baterai lithium-ion konvensional. Baterai ini lebih aman, tahan lama, dan ramah lingkungan.

Baterai lithium-ion telah menjadi teknologi standar untuk perangkat elektronik portabel, seperti ponsel, laptop, dan kendaraan listrik. Namun, baterai lithium-ion konvensional memiliki beberapa kelemahan, seperti mudah terbakar, memiliki siklus hidup yang terbatas, dan membutuhkan bahan baku yang langka.

Untuk mengatasi kelemahan tersebut, para peneliti telah mengembangkan baterai lithium-ion alternatif, yaitu LFP atau lithium ferro fosfat. Baterai ini memiliki banyak keunggulan di bandingkan baterai lithium-ion konvensional, sehingga berpotensi menjadi baterai masa depan yang ramah lingkungan.

Pengertian LFP

LFP atau lithium ferro fosfat adalah baterai yang terdiri dari katoda lithium fosfat dan anoda besi. Baterai ini memiliki struktur yang lebih sederhana di bandingkan baterai lithium-ion konvensional, sehingga lebih aman dan tahan lama.

Keunggulan

Baterai Lithium Ferro Phosfat memiliki beberapa keunggulan di bandingkan baterai lithium-ion konvensional, antara lain:

Lebih aman

Baterai Lithium Ferro Phosfat tidak menggunakan cobalt, yang merupakan bahan baku yang mudah terbakar. Oleh karena itu, baterai jenis ini lebih aman dan tidak mudah terbakar.

Lebih tahan lama

Baterai LFP memiliki siklus hidup yang lebih lama di bandingkan baterai lithium-ion konvensional. Baterai tersebut dapat bertahan hingga 10.000 siklus pengisian daya, sedangkan baterai lithium-ion konvensional hanya bertahan hingga 5.000 siklus pengisian daya.

Lebih ramah lingkungan

Baterai LFP menggunakan bahan baku yang lebih berlimpah dan dapat di daur ulang. Oleh karena itu, baterai ini lebih ramah lingkungan di bandingkan baterai lithium-ion konvensional.

Aplikasi LFP

Baterai LFP telah di gunakan dalam berbagai aplikasi, antara lain:

Perangkat elektronik portabel

Baterai Lithium Ferro Phosfat mulai di gunakan dalam perangkat elektronik portabel, seperti ponsel dan laptop. Baterai LFP menawarkan keamanan dan daya tahan yang lebih baik di bandingkan baterai lithium-ion konvensional.

Lithium Ferro Phosfat juga mulai di gunakan pada alat elektronik konsumen, seperti laptop, smartphone, dan tablet. Hal ini di karenakan LFP memiliki keamanan yang tinggi dan umur yang panjang, sehingga cocok untuk digunakan pada alat elektronik konsumen yang membutuhkan daya tahan yang lama. Beberapa produsen alat elektronik konsumen, seperti PT Erajaya Swasembada Tbk., telah mulai menjual produk-produk yang menggunakan baterai LFP.

Kendaraan listrik

Baterai Lithium Ferro Phosfat juga mulai di gunakan dalam kendaraan listrik. Baterai LFP menawarkan biaya yang lebih rendah di bandingkan baterai lithium-ion konvensional. Lithium Ferro Phosfat merupakan teknologi baterai yang paling banyak di gunakan pada mobil listrik saat ini. Hal ini karena, menawarkan keseimbangan yang baik antara kinerja, keamanan, dan biaya. Beberapa produsen mobil listrik yang menggunakan LFP antara lain Tesla, BYD, dan Geely.

Tenaga surya dan angin

Baterai Lithium Ferro Phosfat juga dapat digunakan untuk menyimpan energi dari pembangkit listrik tenaga surya dan angin. Baterai LFP menawarkan biaya yang lebih rendah di bandingkan baterai lithium-ion konvensional.

Lithium Ferro Phosfat dapat di gunakan untuk menyimpan energi dari sumber-sumber terbarukan, seperti solar dan angin. Di karenakan memiliki biaya yang lebih rendah dan masa pakai yang lebih lama daripada baterai lithium-ion jenis lain, sehingga membuatnya cocok untuk aplikasi penyimpanan energi.

Salah satu perusahaan yang melakukan penelitian dan pengembangan Lithium Ferro Phosfat adalah PT PLN (Persero). PLN telah melakukan penelitian LFP sejak tahun 2018. Pada tahun 2022, PLN telah berhasil memproduksi baterai ini dengan kapasitas 100 kWh. Baterai tersebut di gunakan untuk proyek PLTS terapung di Waduk Cirata, Jawa Barat.

LFP Baterai Masa Depan

Baterai LFP memiliki banyak keunggulan dibandingkan baterai lithium-ion konvensional. Baterai ini lebih aman, tahan lama, dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, baterai Lithium Ferro Phosfat berpotensi menjadi baterai masa depan yang akan digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk perangkat elektronik portabel, kendaraan listrik, dan tenaga surya dan angin.

Dengan semakin berkembangnya implementasi LFP di dunia, teknologi ini diperkirakan akan menjadi salah satu teknologi baterai yang dominan di masa depan.

Namun, perlu dilakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut untuk mengatasi kekurangannya dalam hal densitas energi dan kinerja dalam cuaca dingin.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang ilmu pengetahuan dan teknologi, Anda dapat membaca artikel-artikel lain di website tekatekisemesta.com.