0

IKAN TIDUR? APAKAH MUNGKIN?

Sebuah pertanyaan muncul, apakah ikan dan hewan akuatik lainnya bisa tidur? jawabannya adalah iyaa. Hewan akuatik seperti ikan, mamalia laut, dan reptil air bisa tidur, tentunya dengan cara yang unik dalam mengatur istirahat dan tidur mereka di habitat air. Untuk dapat tidur di lingkungan air tentunya berbeda dengan di daratan, hewan hewan akuatik mengembangkan strategi khusus untuk dapat beristirahat dan menjaga keseimbangan fisiologis mereka di dalam air.

Istirahat dan tidur sangat penting untuk semua mahluk hidup tak terkecuali hewan akuatik. Selama tidur, sistem saraf ikan memiliki kesempatan untuk memulihkan energi dan mengatur metabolisme serta memperbaiki jaringan yang rusak. Selain itu dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh merak dan mempertahankan fungsi tubuh yang optimal.

Di dunia bawah air dimana ikan hidup, kehidupan tidak pernah berhenti. Lingkungan air yang bergerak terus menerus, perburuan makanan, dan ancaman predator adalah bagian dari kehidupan sehari hari ikan. Maka dari itu, ikan harus memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi untuk melindungi dirinya sendiri dan tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Tidak seperti manusia yang terbaring lalu mengalami fase tidur, ikan dan hewan air lainnya memiliki teknik yang berbeda untuk melakukan tidur dan dapat di kategorikan menjadi 2 yaitu :

Tidur aktif

Tidur aktif sendiri, ikan akan mencari tetap untuk beristirahat dan bersembunyi seperti celah batu atau vegetasi air. Ikan akan tetap sadar dan responsif terhadap lingkungannya, tetapi gerakan dan aktivitasnya berkurang secara signifikan.

Tidur pasif

Tidur pasif terjadi ketika ikan tetap melayang dan mengambang di tempat tanpa aktivitas yang signifikan. Ikan akan menggunakan aliran air atau gerakan tubuh mereka sendiri untuk tetap bertahan di posisi yang nyaman. Walaupun gerakan dan tingkat kewaspadaan ikan berkurang selama tidur pasif, mereka masih dapat merespon rangsangan eksternal seperti serangan predator.

Hal unik lainnya juga terdapat pada hewan air lainnya seperti mamalia laut seperti lumba-lumba, paus, anjing laut dll. Dimana mamalia laut sendiri bernafas menggunakan paru paru dan harus naik ke permukaan untuk mengambil udara, tetapi mereka menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berenang di air.

Untuk tetap bernafas saat tidur mamalia laut memiliki teknik khusus yang di sebut “tidur setengah otak” atau “tidur bergantian”. Tidur setengah otak berarti setengah otak akan tetap aktif sementara setengah otak lainnya akan tidur. Hal tersebut memungkinkan mamalia laut untuk tetap mendapatkan oksigen dan masih dapat melindungi diri dari ancaman saat tidur.

Tidak hanya itu, reptil air seperti buaya dan kura kura juga berbeda dalam melakukan tidur. Mereka dapat mengalami tidur pasif di air, dimana mereka berenang dan mengambang tanpa gerakan signifikan. Namun, mereka juga memiliki kemampuan untuk beristirahat dan tidur di daratan untuk tidur.

Perlu di ketahui faktor lingkungan seperti suhu air, pencahayaan dan ancaman predator dapat mempengaruhi pola tidur hewan akuatik. Pola tidur dan hewan akuatik dapat bervariasi antara spesies dan bergantung pada lingkungan mereka hidup. Beberapa hewan mungkin lebih aktif saat malam hari atau saat lingkungan lebih aman, sementara hewan akuatik lainnya membutuhkan waktu tidur yang lebih sedikit karena alasan keamanan.