0

BEDANYA MALING, COPET, RAMPOK, DAN JAMBRET: KENALI JENIS KEJAHATAN DAN HUKUMANNYA DI INDONESIA

Gambar oleh Лечение наркомании dari Pixabay

Maling, copet, rampok, dan jambret adalah istilah yang seringkali di gunakan untuk menggambarkan tindakan kriminal yang terkait dengan kejahatan pencurian. Meskipun memiliki kesamaan dalam hal mencuri, tetapi sebenarnya ada perbedaan antara keempat jenis kejahatan tersebut.

Maling

Maling adalah istilah umum yang di gunakan untuk orang yang mencuri barang dari orang lain tanpa seizin atau tanpa hak. Selin itu, maling biasanya melakukan tindakan pencurian dengan cara yang lebih terorganisir dan seringkali merencanakan kejahatan sebelumnya. Maling juga dapat mencuri barang dari tempat yang terkunci atau terkawat.

Copet

Copet adalah istilah yang di gunakan untuk mencuri barang dari kantong atau tas seseorang di tempat ramai seperti pasar atau transportasi umum. Selain itu, copet biasanya melakukan tindakan kejahatan dengan cepat dan diam-diam agar tidak terdeteksi oleh korbannya atau orang sekitar.

Rampok

Rampok adalah istilah yang di gunakan untuk orang yang menggunakan kekerasan atau ancaman untuk mencuri barang dari orang lain. Selin itu, rampok biasanya melakukan tindakan kejahatan di tempat yang sepi atau malam hari, dan seringkali membawa senjata untuk mengintimidasi korban.

Jambret

Jambret adalah istilah yang di gunakan untuk mencuri barang dari kantong atau tas seseorang dengan cara merampas atau menariknya secara paksa. Selin itu, jambret biasanya melakukan tindakan kejahatan di tempat yang ramai, seperti jalan raya atau pasar, dan seringkali menggunakan sepeda motor untuk melakukan kejar-kejaran dengan korban.

Dari penjelasan di atas, dapat di simpulkan bahwa perbedaan antara maling, copet, rampok, dan jambret terletak pada cara melakukan kejahatan dan situasi di mana kejahatan dilakukan. Namun, semua jenis kejahatan ini tetaplah perbuatan yang melanggar hukum dan merugikan orang lain. Oleh karena itu, sebagai warga negara yang baik, kita harus menjauhi tindakan kriminal dan mematuhi aturan hukum yang berlaku.

Gambar oleh Lisa Kennedy dari Pixabay

Di Indonesia, hukuman untuk tindakan kriminal seperti maling, copet, rampok, dan jambret di atur dalam KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana). Berikut adalah hukuman bagi pelaku tindak kejahatan tersebut:

  1. Maling: Pasal 362 KUHP mengatur bahwa pelaku maling dapat di ancam dengan pidana penjara maksimal 5 tahun atau denda sebanyak-banyaknya 4.500 rupiah.
  2. Copet: Copet atau pencopetan di atur dalam Pasal 362 KUHP, sama seperti tindak kejahatan maling. Namun, biasanya hukumannya lebih ringan karena hanya mencuri barang yang tidak terlalu bernilai, misalnya dompet atau ponsel.
  3. Rampok: Pasal 365 KUHP mengatur bahwa pelaku rampok dapat di ancam dengan pidana penjara maksimal 9 tahun. Jika dalam tindakan tersebut terjadi kekerasan, maka hukumannya bisa di tingkatkan hingga maksimal 12 tahun.
  4. Jambret: Jambret atau penjambretan di atur dalam Pasal 365 KUHP, sama seperti tindak kejahatan rampok. Namun, biasanya hukumannya lebih ringan karena pelaku hanya mencuri barang yang mudah di ambil seperti tas atau ponsel.

Namun, perlu di ketahui bahwa hukuman tersebut bisa saja berbeda tergantung dari berbagai faktor seperti keadaan pelaku, kerugian korban, dan bukti-bukti yang ada. Jadi, sebagai warga negara yang baik, kita harus selalu menghindari melakukan tindak kejahatan dan mematuhi hukum yang berlaku.

Kunjungi artikel lainnya di Teka Teki Semesta