0

DESALINASI: MENGUBAH AIR LAUT MENJADI AIR TAWAR

Gambar oleh nathmath dari Pixabay

Mengubah air laut menjadi tawar, atau yang di kenal dengan desalinasi, merupakan proses yang penting untuk memenuhi kebutuhan air bersih di daerah-daerah yang kekurangan air tawar. Proses tersebut melibatkan teknologi canggih dan seringkali mahal. Akan tetapi dapat memberikan solusi yang efektif untuk masalah kekurangan air di banyak daerah.

Salah satu metode desalinasi yang paling umum di gunakan adalah reverse osmosis, yang melibatkan penyaringan air melalui membran semipermeabel yang dapat menahan garam dan mineral lainnya. Metode ini lainnya termasuk distilasi, elektrodialisis, dan adsorpsi.

Proyek Desalinasi

Desalinasi bukanlah solusi sempurna untuk masalah kekurangan air, karena proses ini dapat sangat mahal dan memerlukan sumber daya energi yang besar. Namun, di beberapa daerah yang memiliki sumber daya air yang sangat terbatas, metode ini dapat menjadi satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Di Indonesia sendiri beberapa daerah yang sudah melakukan proyek desalinasi :

PENGOLAHAN AIR
Gambar oleh u_nnjglrk13q dari Pixabay
  1. Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat pada tahun 2015 dengan kapasitas produksi air tawar mencapai 7.000 m3 per hari
  2. Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku pada tahun 2018 dengan kapasitas produksi air tawar mencapai 1.000 m3 per hari.
  3. Kota Jayapura, Papua pada tahun 2020 dengan kapasitas produksi air tawar mencapai 5.000 m3 per hari.

Selain itu, juga dapat memiliki dampak lingkungan yang signifikan, seperti limbah yang di hasilkan dari proses ini dan dampak pada kehidupan laut. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan alternatif lain seperti penghematan air dan pengelolaan sumber daya air yang bijaksana.

Secara keseluruhan, meskipun desalinasi memiliki kelemahan dan tantangan. Akan tetapi,teknologi ini dapat memberikan solusi yang efektif untuk kekurangan air bersih di daerah-daerah yang membutuhkan. Dan terus di kembangkan agar lebih efisien dan ramah lingkungan.