0

PROSES PEMBUATAN BBM

Gambar oleh Frauke Feind dari Pixabay

Gimana sih proses pembuatan bbm? bensin yang kita pakai sehari hari sebenarnya terbuat dari fosil fosil ribuan tahun yang lalu yang berubah menjadi senyawa hidrokarbon karena suhu dan tekanan tanah. Senyawa hidrokarbon ini terkubur jauh di dalam tanah dan berupa cairan hitam pekat yang mudah terbakar yang biasa kita sebut minyak mentah.

Dalam mengambil minyak mentah perusahaan pengeboran harus mendapat izin untuk eksplorasi atau pengeboran daerah yang dianggap memiliki minyak. Setelah mendapat izin perusahaan pengeboran akan melakukan survei yang disebut seismic survei dengan menggunakan alat pembangkit gelombang suara dengan menembakkan gelombang suara ke dalam tanah lalu akan dipantulkan sesuai jenis tanah di dalamnya, sementara itu di permukaan akan dipasang antena sebagai alat penerima gelombang suara yang disebut Geophone bila dipermukaan tanah dan Hydrophone bila berada di permukaan laut.

Lama dan kekuatan dari gelombang suara yang dipantulkan akan membantu dalam pemodelan struktur tanah dan dalam memperkirakan kedalaman lapisan yang memiliki minyak.Setelah pemodelan selesai dilakukan akan dilanjutkan pengeboran dengan mendirikan kilang minyak.Lalu minyak didalam tanah akan diangkut ke permukaan dan dikirim ke kilang penyulingan melalui pipa atau dimasukkan ke dalam drum atau barel dan diangkut menggunakan kapal tanker lalu dikirim ke kilang penyulingan lainnya.

Minyak mentah yang masih memiliki senyawa lain seperti garam dan air akan dimasukkan ke dapur pembakaran dan melalui proses penyulingan atau destilasi secara bertahap dengan temperatur hingga 356⁰C.dalam proses penyulingan ini produk yang dihasilkan berupa aspal dan produk berat lainnya,Gas LPG,solar,pelumas mesin,avtur (bahan bakar pesawat), dan bensin atau gasoline.

Satu barel minyak mentah dapat menghasilkan hingga 156 liter yang terdiri dari 5 liter aspal,6 liter LPG,15 liter avtur,35 liter solar,73 liter bensin, dan 25 liter produk lainnya.Setelah proses penyulingan selesai minyak mentah tadi akan dicek di dalam laboratorium melalui pengujian knocking.Untuk meningkatkan oktan tergantung oleh spesifikasi dari produk atau regulasi pemerintah.Setelah lolos uji knocking produk tersebut sudah siap dijual dalam bentuk bahan bakar minyak atau BBM yang didistribusikan ke seluruh Indonesia.