0

INILAH AROMA HUJAN ITU

Gambar oleh Khusen Rustamov dari Pixabay

Indonesia memiliki 2 musim yaitu musim kemarau dan musim hujan, pada saat musim hujan Indonesia mengalami peningkatan intensitas curah hujan. Saat hujan kita sering memikirkan 2 hal yang pertama banjir dan yang kedua adalah aroma tanah. Aroma tanah sendiri seringkali membuat hati damai dan tenang, tetapi apakah kamu tahu apa sebenarnya aroma tanah tersebut?

Aroma tanah atau Petrichor adalah aroma yang menenangkan yang ada pada  saat hujan turun, kata petrichor sendiri pertama kali dikenalkan oleh ilmuwan yang bernama Isabel Joy Bear dan Roderick G. Thomas dalam artikel mereka yang berjudul “Nature of Argillaceous Odour” pada tahun 1964.

Kata petrichor sendiri berasal dari bahasa yunani petros yang berarti batu dan ichor yang berarti cairan yang mengalir di pembuluh darah para dewa.

Namun, petrichor atau aroma tanah berasal dari molekul yang dihasilkan oleh salah satu jenis bakteri yang bernama Geosmin yang ada di dalam tanah, bakteri yang menghasilkan geosmin bernama Streptomyces. Selain itu, tumbuhan juga turut andil dalam terjadinya petrichor yaitu dengan mengeluarkan minyak, dengan tujuan untuk adaptasi dari tumbuhan saat tanah mengering.

Namun, petrichor tidak terjadi setiap saat, petrichor terjadi hanya ketika air hujan bersentuhan dengan tanah yang kering. Sebelum bersentuhan dengan tanah air hujan merupakan air biasa yang tidak berbau. Akan tetapi, saat bersentuhan dengan tanah yang kering geosmin dalam tanah dan minyak yang berasal dari tumbuhan bersatu dengan ozon yang menghasilkan petrichor. Ozon berasal dari pemecahan senyawa oksigen dan nitrogen oleh petir kemudian bereaksi dan membentuk ozon. Dan setelah hujan berhenti petrichor atau aroma hujan juga ikut menghilang.

Ada sebuah fakta menarik tentang petrichor, seekor unta dapat terus berjalan dan mencari air karena aroma yang dihasilkan oleh petrichor ini, seekor unta berpunuk dua dapat menghirup aroma petrichor dalam jarak 5 mil atau sekitar 8 kilometer dikarenakan penciuman unta yang peka.